Bapenda Terus Bergerak Untuk Meningkatkan PAD Sumsel 2017.

Sumselpostonline.com – Palembang – Berdasarkan UU 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan restribusi daerah, Perda Provinsi Sumsel No.3 Tahun 2011 dan Pergub no.11 Tahun 2012 dijelaskan bahwa pajak daerah Merupakan Sumber pendapatan daerah yang penting untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah untuk memantapkan otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab.

Menurut H.Marwan Fansuri S.Sos.MM sebagai Kabanpenda Provinsi Sumsel untuk menindak lanjuti regulasi dimaksud dalam upaya peningkatan pendapatan Daerah Provinsi Sumsel selain PKB,BBNKB, Salah satu upaya yang saat ini dilakukan di lapangan dengan menerjunkan tim khususnya UPTB yang tersebar di 17 Kab/Kota di Sumsel.

“Tugas Pokok dan Fungsi tim khusus UPTB ini untuk menagih pajak daerah antara lain Pajak kendaraan alat berat, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan, dan pajak lainnya untuk meningkatkan PAD provinsi Sumsel,”Ujarnya.

Dirinya menghimbau Khusus Pajak Air Permukaan (PAP) Pajak atas pengambilan atau pemanfataan air permukaan yang dipergunakan wajib pajak dalam kegiatanya memanfatkan air permukaan, maka dengan ini kiranya bagi wajib pajak yang mempergunakan air permukaaan yang bersumber dari sungai, rawa, danau dan gunung, segera setiap bulannya untuk tertib dan disiplin serta taat membayar pajak.

Menyampaikan laporanya ke Bapenda Provinsi Sumsel melalui kantor UPTB Bapenda Provinsi sumsel yang sudah tersebar di 17 kabupaten/kota se Sumsel,”Mengingat pemanfaatan air permukaan tersebut dikenakan pajak PAP per/M3 sebesar Rp.450 Khusus bagi pihak ketiga/ swasta BUMN/BUMD yang memberikan pelayanan publik hanya Rp 100 / M3 ini mengacu kepada Regulasi ysng dimaksud,”Jelasnya.

Marwan menambahkan pemanfaatan air permukaan yang dimanfaatkan pihak ketiga diwajibkan untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan di lokasi sekitarnya, dan bagi perusahaan perusahan yang memanfatkan air permukaan di seluruh wilayah Provinsi Sumsel untuk tertib dan disiplin dalam melaksanakan kewajibannya sebab data perusahaan swasta atau negeri pemanfaat air permukaan yang bergerak di Sumsel ada pada pihak kita.

“Secara acak kami bersama Tim Provinsi dan Tim lintas koordinasi termasuk Pol PP akan melakukan sidak dan merilis perusahaan perusahan yang tidak memenuhi kewajibannya membayar Pajak Air Permukaan           (PPP-AP),”Pungkasnya.

Senada pula ditambahkan Herryandi Sinulingga. AP Selaku Kepala UPTB Bapenda Palembang II, Untuk mengejar target PAD khusus Pajak Air Permukaan (PAP) kami juga media untuk pemberitaannya, selain itu kami rutin turun setiap bulannya kelokasi lapangan perusahaan-perusahan yang memanfaatkan air permukaan diwilayah kerjanya.

“Bersama Tim penagihan UPTB Palembang II kami juga mendata perusahaan-perusahan yang baru berdiri sebagai objek pajak baru yang memanfatkan air permukan di wilayah kerjanya,”katanya.

Sambung Lingga, Sosialisasi hak dan kewajiban kepada pihak ketiga tersebut berdasarkan UU 28 Tahun 2009 dan turunanya Perda No.3 Tahun 2011 pasal 43 dijelaskan sbb :

1. Volume pengambilan dan atau pemanfaatan air permukaan diukur dengan meter air dan atau alat ukur lainnya.

2.Meter air dan atau alat ukur lainya sebagaimana dimaksud wajib dipasang pada setiap tempat pengambilan dan pemanfaatan air permukaan.

3.Meter air/alat ukur dimaksud dapat disediakan oleh pihak ketiga yang memanfaatkan air permukaan dalam keadaan tersegel.

4.Pencatatan Volume pengambilan Air, yang telah dilaporkan oleh pihak ketiga tersebut kami catat dan kami tetapkan, berdasarkan pelaporan dan cacatan pemakaiannya setiap bulannya,dan proses pembayaan PAP dilakukan berdasarkan SKPD atau dokumen lain yang dipersamakan serta pihak ketiga menyetor ke kas bank Sumsel Babel berdasarkan rekening yang telah ditetapkan pemerintah Daerah Prov.Sumsel.

Terakhir Lingga menghimbau  kepada pihak baik perusahaan swasta/BUMN/ BUMD yang beroperasi di wilayah kerjanya yang memanfaatkan air permukaan untuk patuh dan taat melakukan pembayaran pajaknya karena dari pajak tersebut akan dikembalikan dalam bentuk pembayaran kedepannya,”Tutupnya.(Nata)

You might also like More from author

Leave A Reply