48 Peserta Bersaing Untuk Menjadi Kepsek dan Pengawas Berprestasi

PALEMBANG, Sumselpostonline.com – Sebanyak 48 peserta dari Kepala Sekolah dan pengawas berprestasi tiap kecamatan bersaing dalam mewakili berprestasi tingkat kota Palembang. Dengan harapan perwakilan yang dipilih ini bisa mewakili kota Palembang, pada ajang tingkat Provinsi hingga ke tingkat Nasional nantinya.

Ketua panitia dan sekaligus Kasi Kurikulum SMP Disdik kota Palembang Hamsir SPd MM mengatakan kegiatan lomba kepala sekolah SD, SMP dan Pengawas berprestasi tidak lain ingin meningkatkan profesionalisme dalam bertugas, demi terwujudnya pendidikan yang bermutu menuju Palembang Emas. “Untuk peserta sekitar 58 orang dimana peserta diantaranya dari SD ada 16, SMP ada 16, TK ada 16 dan Pengawas ada 10. Mereka memperebutkan perwakilan dalam menuju tingkat Provinsi nantinya dari tanggal 3 sampai 5 Juli,” katanya.

Untuk peserta dihimbau membawa Portofolio dan Karya Ilmiah. Setelah itu mereka akan mempresentasi dan jug akan dilakukan wawancara. Lomba ini diadakan selama 4 hari, mulai dari 22 sampai 25 Mei. “Kita juga melibatkan penguji dari Unsri, Pengawas yang berprestasi ditahun sebelumnya. Proses seleksi dimulai pukul 08:00 WIB sampai 16:00 WIB yang berlokasi di Sekolah Frater Xaverius jalan Kapten Marzuki,” jelasnya.

Sementara itu, selaku koordinator Penguji Yustina wati mengatakan setiap tahunnya pihaknya melakukan proses seleksi bagi peserta kepala sekolah dan pengawas yang berprestasi. Sama yang diungkapkan oleh Bapak Hamsir pertama mereka harus menyiapkan Portofolio dan Karya Ilmiah.

“Sesuai tema dari tetapkan pemerintah, khusus buat karya ilmiah kepala sekolah berjudul Kepala Sekolah Mulia Karena Karya. Dan Pengawas Mulia Karena Karya, Artinya kepala sekolah dan pengawas berprestasi karena prestasinya, wujud nyatanya ada buktinya dari 3 macam prestasi sekolah sehat, Adiwiyata. Berinterigtias tinggi dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Lalu kedua siswa misalnya dalam wujudnya bidang seni, Olaharaga, Olimpiade dan Akademik. Terakhir guru misalnya memiliki Inovasi Pembelajaran (Inobel),” pungkasnya (hasan basri)

You might also like More from author

Leave A Reply