51.281 Peserta Siap Laksanakan SBMPTN

  • PALEMBANG, Sumselpostonline.com – Sebanyak 51.281 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
    Universitas Sriwijaya (Unsri) akan mengikuti tahapan tes tertulis. Tercatat, kuota yang
    diperuntukkan SBMPTN Unsri yakni 30 persen dari total daya tampung Unsri yakni
    sebanyak 7 ribuan mahasiswa, artinya hanya akan ada sekitar 2 ribuan peserta SBMPTN saja
    nantinya yang lolos.
    Pelaksanaan tes SBMPTN Unsri ini ada dua metode yakni Computer Bassed Test (CBT) dan
    Paper Bassed Test (PBT), yang mengikuti tes menggunakan sistem CBT yakni ada 120
    peserta dan sisanya mengikuti PBT. “Tahun ini jumlah peminat Unsri meningkat dari tahun
    sebelumnya, peningkatan mencapai 8 ribuan peminat,” ujar Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis
    Saggaff MSCE didampingi Warek I Unsri Prof Zainuddin Nawawi PhD dan Ketua Panlok
    SBMPTN Unsri Prof Dr Zulkifli Dahlan MSi DEA, Senin (15/5).
    Dikatakan, untuk mewaspadai perjokian saat tes SBMPTN Unsri, pihaknya menerjunkan
    pihak Kepolisian yang berpakaian preman di setiap wilayah tes. “Kalau ada yang terbukti
    menggunakan joki tentu akan langsung di proses secara pidana,” tegasnya.
    Lanjutnya, setiap peserta tes SBMPTN Unsri nantinya hanya diperkenankan membawa
    pensil, penghapus, nomor peserta, dan ijazah. “Selain itu tidak boleh membawa benda lain,
    termasuk kaca mata pun akan kami periksa nantinya untuk meminimalisir adanya spy yang
    menyelinap,” imbuhnya.
    Anis menambahkan, terkait adanya ancaman proxy war untuk meretas akses internet yang
    lagi marak, pihaknya tidak mengkhawatirkan hal tersebut, pasalnya tes CBT SBMPTN Unsri
    tidak memakai sistem online. “Awalnya saya memang sempat cemas adanya ancaman
    serangan hacker tersebut, tetapi setelah diketahui menerapkan sistem local networking kami
    tidak khawatir soal ancaman tersebut,” kata Anis.
    Dijelaskan, setiap peserta nantinya harus sudah hadir satu jam sebelum pelaksanaan tes yang
    dimulai pukul 7.00 WIB. “Kalau terlambat lebih dari 30 menit akan di diskualifikasi oleh
    panitia, dengan otomatis peserta gugur,” tambahnya.
    Sementara itu, Ketua Panlok SBMPTN Unsri, Prof Dr Zulkifli Dahlan MSi DEA menegaskan
    kepada setiap peserta SBMPTN Unsri yang mendapatkan wilayah tes di Unsri Bukit Besar
    untuk tidak membawa kendaraan supaya tidak terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan.
    “Ya, kami sudah imbau seluruh peserta yang mendapatkan lokasi tes di Unsri Bukit Besar
    untuk tidak membawa kendaraan, kami juga bekerja sama dengan Polantas untuk mengatur
    lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.
  • Lanjut Zulkifli, terkait peserta SBMPTN Unsri yang menyandang difabel sampai saat ini
    belum ada laporan, akan tetapi kalau ada peserta difabel nantinya akan mengikuti tes di
    tempat khusus. “Sejauh ini belum ada laporan peserta difabel, kalau ada tentu akan kami
    fasilitasi,” tukasnya.
    Perlu diketahui dalam SBMPTN Pelaksanaan akan dilakukan sebanyak tiga sesi untuk
    peserta Soshum, Saintek, dan campuran. (hasan basri).

You might also like More from author

Leave A Reply