9 Mahasiswa PKG Selesaikan Pendidikannya

SumselPost-online.com, Palembang Sebanyak 9 orang mahaiswa dari Program Kuliah Gratis (PKG) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma Tiga (DIII) telah resmi menyelesaikan pendidikannya. Sejumlah mahasiswa yang baru saja mendapat gelar ini sudah dibidik oleh beberapa perusahaan di Negera Cina dengan yang yang fantastis mencapai Rp 16 juta setiap bulannya.
Dikatakan salah satu mahaiswa yang mendapatkan program PGK angkatan pertama, Gulta Alito, dirinya berhasil lulus pada jurusan operasional and management of railway transportation pada Nanjing Institute of railway technology di Cina. Meski baru tamat, tawaran untuk bekerja disalah satu perusahaan di negara tirai bambu tersebut sudah menghampirinya. “Saya ditawari oleh salah satu perusahaan di Cina bernama Nanjing Empire Internasional Trade Company. Disana saya ditawari dengan gaji yang mencapai Rp 16 juta rupiah setiap bukannya,” ungkapnya.
Dijelaskan alumni SMK Negeri 2 Palenbang ini, kondisi yang sama juga dialami oleh delapan orang temannya yang sama-sama mendapatkan beasiswa PKG angkatan pertama pada 2014 tersebut. Namun dengan cara yang berbeda dan diloasi yang berbeda. “Kalau saya ditawari dari perusahaan yang bersangkutan dan tinggal menandatangani surat persetujuan saja. Namun teman yang lainnya juga ditawari namun di perusahaan yang lainnya dengan nominal gaji yang sama setiap bukannya,” ucapnya.
Kendati demikian, ungkapnya, semua mahasiswa yang baru saja lulus dari beasiswa PKG tersebut masih menunggu tawaran dari pihak provinsi Sumsel jika ingin memberikan peluang kepada mereka untuk mengabdi di Sumsel dengan ditawarkan bekerja di perusahaan tertentu sesuai bidang kemampuan masing-masing. “Kita tetap cinta pada daerah, jika ada permintaan dari Gubernur Sumsel untuk bekerja di Sumsel maka kami siap melaksanakannya dan mengabdi pada daerah terutama bagi Sumsel,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdidk) Sumsel, Widodo mengungkapkan, mempersilahkan bagi para mahasiswa untuk tetap bekerja dan berkrir di negara dimana mereka dikukiahkan. Namun, dengan tidak melupakan kepedulian dan harus tetap membangun daerah dalam mereka yakni Sumsel. “Kalau mereka bekerja di perusahaan tertentu. Tentu lima atau enam tahun kedepan diharapkan mereka sudah menduduki posisi penting di perusahaan masing-masing. Dengan posisi ini mereka bisa memberikan bantuan kepada para putra daerah lainnya atau dalam bentuainnya. Jadi kita berfikir beberapa tahun kedepannya,” ucap Widodo.
Selian itu, tambahnya, dengan bekerja di luar negeri penghasilan mereka akan lebih besar bwbeeakali lipat ketimbang di di Indonesia dengan jumlah yang mencapai Rp 16 juta setiap bukannya. Bahkan gaji tersebut akan terus bertambah sering karir mereka naik. ” jika memang pihak provinsi memerlukan tenaga mereka, pasti kita akan minta mereka untuk membangun Sumsel dengan ilmu yang mereka dapatkan tersebut, walaupun di Indoensia untuk peluang digaji sebesar itu sangat kecil sekali,” terangnya (hasan basri)

You might also like More from author

Leave A Reply