Arsa Dipukul Kakak Korban Saat Lakukan Rekontruksi

SumselPost-online.com, Palembang. Arsa (43) dipukul oleh kakak korban yakni Armadi (43) saat mengikuti rekontruksi yang digelar oleh Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kamis (13/7).

Beruntung tersangka berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dan dibawa pergi dari lokasi rekonstruksi di depan Kolam Renang Lumban Tirta, Jalan POM IX, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

“Saya kesal lihat wajahnya makanya ingin memukul. Saya minta maaf Pak, saya khilaf melakukan nya,” ujar Armadi saat ditenangkan petugas kepolisian.

Adegan pertama rekonstruksi dimulai saat tersangka menghubungi saksi Teguh menggunakan ponsel kemudian membuat janji bertemu di tempat kejadian perkara (TKP) untuk membicarakan perihal penggadaian motor tersangka terhadap Teguh.

Sebelum ke TKP, tersangka mampir warung depan TVRI untuk membeli minuman keras. Pada adegan keempat, tersangka mengunggu di pos satpam yang tidak digunakan lagi di lokasi kejadian. Tak lama kemudian, Teguh datang bersama korban Indra Jaya datang.

Setelah bertemu, percakapan pun berlangsung. Tersangka menanyakan motornya yang digadaikan kepada Teguh dan Teguh meminta uangnya terlebih dahulu, baru dirinya akan memberikan motor milik tersangka sekitar 15 hari kemudian

Pada adegan keenam, kesal dan dipengaruhi minuman keras, tersangka mencabut senjata tajam jenis pisau yang sudah dipersiapkannya di dalam jaket dan mengarahkannya ke Teguh. Namun pisau malah menyasar ke arah perut korban Indra. Indra yang kena tikaman, langsung roboh ke tanah.

Melihat korban roboh, Teguh segera melarikan korban ke RS Siti Khodijah untuk menyelamatkan nyawanya namun korban tak tertolong lagi.

Sementara istri korban, Efi Kurmarlina (38) berharap tersangka dihukum seberat-beratnya karena semenjak suaminya meninggal, dirinya harus menghidupi ketiga anaknya seorang diri,”Kalau bisa dihukum seumur hidup, Yang kecil ini sejak umur setahun hingga sekarang sudah delapan bulan baru tertangkap pelakunya, saya hanya minta keadilan,” ujarnya.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Erlin Tangjaya melalui Kanit IV Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kompol Zainuri, saat dikonfirmasi mengatakan kalau rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas tahap pertama kepada jaksa penuntut umum.”Tersangka dijerat dengan pasal 340 jo 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup,” pungkasnyam (Mella)

You might also like More from author

Leave A Reply