BKLDK Memaksimalkan Peran Pemuda Sebagai Pemimpin

PALEMBANG, Sumselpostonline.com -Pemuda merupakan ruh dari perubahan, karena keinginan dan semangat dari pemuda yang banyak membawa perubahan di muka bumi ini. Menjadi pemimpin sudah menjadi kodrat manusia terutama menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Salah satu cara untuk memaksimalkan fungsi tersebut Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Basic Islami Leadership Training (BILT).

Ketua Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Korwil Sumsel, Abdul Haris Aprianto mengatakan, menjadi pemimpin bagi orang Islam harus memenuhi beberapa kriteria seperti jujur, amanah bertanggungjawab dan lain sebagainya. “Kegiatan ini bertujuan agar kriteria pemimpin dalam Islam bisa muncul dari diri setiap peserta,” ucapnya disela kegiatan yang difokuskan di Aula gedung guru PGRI Sumsel, kemarin.

Dijelaskan Haris, apalagi saat ini berbagai tindakan para pemuda dan generasi bangsa jauh dari pengamalan perintah agama dalam bertingkah laku sehari-hari. Adanya kegiatan tersebut bisa memberikan fasilitas sebagaimana menjadi pemuda yang diharapkan oleh agama. “Pemuda itu adalah agen perubahan dan akan mennjadi pemimpinan dimasa mendatang, sehingga perilaku yang baik saat ditengah masyarakat ataupun menjadi pemimpin harus diterapkan,” ucapnya

Ditambahkan Haris, kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu agenda yang dimiliki oleh BKLDK Korwil Sumsel yang rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Meskipun didominasi oleh mahaiaswa, namun acara juga terbuka untuk kalangan pelajar, kelompok pengajian dan Ikatana remaja masjid (Irma). “Ini kegiatan pertama di tahun 2017, jumlah peserta sebanyak 250 orang baik dikalangan mahasiswa, pelajarannya maupun Irma. Kita berharap bisa memberikan pengetahuan baru dalam masalah kepemimpinan,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Muhammad Faisal Ma’ruf menilai, pelatihan seperti ini sangatlah diperlukan sekali oleh kalangan mahasiswa mekipun tidak memiliki SKS di dalam kampus. Akan tetapi, ilmu dan penerapan jiwa kepemimpinan sangatlah diperlukan karena mahasiswa bisa saja menjadi ketua kelas, ketua himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) ataupun ketua organisasi kampus dan lainnya. “Selain itu, manfaatnya juga banyak terutama dalam pengembangan diri menjadi lebih baik dalam melakukan berbagai hal. Terutama dalam menjalankan kegiatan perkuliahan di kampus maupun dimasyarakat,” ucapnya. (hasan basri)

You might also like More from author

Leave A Reply