Bupati Empat Lawang Dituntut 6, 4 Tahun Penjara

*Suzana Dituntut 4 Tahun

JAKARTA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri pidana penjara enam tahun dan empat bulan (6,4 tahun) penjara serta istrinya, Suzana Budi Antoni empat tahun ditambah denda masing-masing Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Keduanya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan memberi keterangan tidak benar di persidangan.

“Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan memutus perkara menyatakan terdakwa I Budi Antoni Aljufri dan terdakwa II Suzana Budi Antoni telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar Jaksa Iskandar Marwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (28/12/2015) malam.

Budi dan Suzana dinilai bersalah melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dalam dakwaan pertama primer dan pasal 22 jo pasal 35 ayat 1 UU No 31 tahun 1999
sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dalam dakwaan kedua.

Jaksa Iskandar mengatakan, Budi dan Suzana dinilai terbukti memberikan uang Rp10 miliar dan USD500 ribu kepada Akil melalui Muhtar Ependy. Adapun pemberian dimaksudkan supaya gugatan hasil Pilkada Kabupaten Empat Lawang yang diajukan ke MK dapat dimenangkan.

Sementara dalam persidangan, Jaksa Iskandar mengatakan keduanya terbukti bersaksi tidak benar.

“Terdakwa memberikan keterangan tidak benar dengan mengatakan tidak kenal Muhtar Ependy di persidangan dengan terdakwa Akil Mochtar. Padahal keduanya pernah bertemu, maka menurut pendapat kami unsur tersebut telah terpenuhi,” ujar Jaksa Iskandar.

Selain menuntut pidana penjara, Jaksa juga menuntut supaya Budi dihapus hak politiknya untuk dipilih dalam jabatan publik selama tujuh tahun terhitung setelah terdakwa menjalani masa pidana.

Jaksa Iskandar menambahkan, terkait permintaan Justice Collaborator dari kedua terdakwa, Jaksa tidak dapat mengabulkan. Jaksa berpendapat, keduanya adalah pelaku utama yang memberikan uang pada Akil.

Keduanya juga berbelit-belit dan telah memberikan keterangan tidak benar di pengadilan. “Terdakwa tidak jadi pedoman dan tidak memenuhi syarat menjadi justice collaborator,” ujar Jaksa Iskandar.  ( munif)

You might also like More from author

Leave A Reply