Cegah Peredaran Narkoba SMK Negeri 2 Palembang Lakukan Tes Urine

SumselPost-online.com, Palembang.Sebanyak 834 siswa ikut tes urine sebagai syarat menjadi siswa baru pasca pengumuman hasil penerimaan peseserta didik baru (PPDB) hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan peredaran narkotika di sekolah.
Kepala SMKN 2 Palembang melalui wakil bidang kesiswaan Drs Maryono mengatakan, ada 834 siswa yang ikut, sebagai syarat wajib, selain tes urine juga ada tes buta warna. “ingin melihat kondisi anak didik sejauh mana perkembangan kondisi mereka,apakah ada yang terindikasi atau tidak,” ujarnya di sela pemeriksaan kemarin (11/7)
Dikatakan, jika ada anak yang kedapatan terindikasi pihaknya tidak akan langsung menggugurkan siswa tersebut, melainkan akan membicarakan hal tersebut kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. “Akan di lakukan pembinaan selama tiga bulan, kemudian akan di tes kembali, jika Masi tidak berhasil akan di lanjutkan tiga bulan berikutnya. Andai selama enam bulan tersebut tidak ada perubahan tentu akan di kembalikan ke orang tuanya,” tegasnya.
Dari delapan kompetensi dimiliki smkn 2 Palembang, mewajibkan siswa untuk tidak buta warna, adapun delapan kompetensi dimiliki seperti, Delapan kompetesi semuanya harus mengikuti, akan melihat bagaimana anak saja dari tes,Giometika, teknik gambar bangunan, titl TKJ, tsm (teknik sepeda motor), teknik permesinan, tehnik kendaraan ringan, mekatronika ( teknik elektro industri) “Tes ini dijalin kerjasama dengan rumah sakit Aka Gani,”tegasnya.
Untuk hasil belum bisa diketahui ada tidaknya sebab Masi berlangsung. Hanya saja berdasarkan pengalaman tahun lalu ada enam siswa terindikasi. Namun, hal tersebut dapat di atasi setelah dilakukan pembinaan. “Setelah enam bulan pembinaan, tak ada lagi yang terindikasi dikasi,” tegasnya.
Diharapkan tahun ini tidak ditemukan, semua calon siswa tak ada yang terindikasi. Diakuinya, sengaja pihak sekolah hanya kerjasama dengan rumah sakit bukan BNN sebab dengan alasan akan membuat anak takut.”takut mempengaruhi mental,” terangnya lagi. Diketahui, siswa yang diterima untuk mengisi 24 rombel. “Satu rombel 32 siswa,’ tukasnya(Hasan Basri)

You might also like More from author

Leave A Reply