Diduga Pengedar Narkoba Jimmy Carter Dibekuk Polisi

Prabumulih, Sumsel Post – Jajaran Satuan  Narkoba Polres Prabumulih berhasil membengkuk Tersangka (TSK) Jimmy Carter alias Jimmy Lepek ( 34)  warga   Jalan M Yamin Gang Pagar Alam Kelurahan Pasar 2 Kecamatan Prabumulih Utara  belum lama ini.

Polisi  datang ke TKP sekitar pukul 11.15 WIB    yang  diduga selama ini dijadikan  tempat  terjadi transaksi narkoba. Polisi berhasil menyita Barang Bukti ( BB) 23 paket sabu dengan berat sekitar 2,86 gram senilai Rp2,5 juta  beserta uang tunai Rp. 345 ribu yag diduga hasil penjualan barang haram tersebut  berikut satu unit handphone merk Hammer dan sebuah dompet merk Boss milik TSK berhasil disita petugas. Selanjutnya  pelaku dan sejumlah barang bukti dibawa petugas ke Mapolres Prabumulih guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE ,MM melalui Kasat Narkoba, AKP .M Ali Asri SH membenarkan pihaknya berhasil menangkap satu pengedar sabu dari lokasi Gang Pagar Alam tersebut. Menurutnya, Jimmy Carter  merupakan salah satu pelaku yang sudah menjadi target operasi (TO).

“Kita berhasil mengamankan TSK    yang memang selama ini sudah menjadi TO  sebagai salah satu pelaku pengedar narkoba. Dan BB  sebanyak 23 paket narkoba jenis sabu ” katanya , kepada awak media

Lanjut  dia,  pihaknya  menerima  laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba yang dilakukan Jimmy Carter di TKP

“Makanya  kita perintahkan beberapa orang anggota  untuk meluncur ke TKP  untuk melakukan penyergapan.  Beberapa saat kemudian petugas  mendapati TSK yang saat itu sedang berjalan keluar dari arah lorong samping salah satu rumah warga,” kata dia.

Disaat sedang berjalan kaki ke luar gang, sambung Asri, TSK  sempat terlihat gugup ketika melihat  petugas. Disaat bersamaan , pelaku sempat dilihat petugas memasukkan tangan kanannya ke dalam kantong saku celana depan yang dikenakan TSK.

“Ketika dihampiri petugas, pelaku tak bisa berkutik lagi ketika  ditanyai petugas apa yang ada dalam genggaman tangannya diakui TSK  adalah paketan sabu,” tuturnya.

Asri pun menegaskan  perbuatan yang dilakukannya TSK dapat dikenakan  ancaman hukuman pidana sebagaimana diatur Undang -Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika  , pasal 112 ayat 1. dan Pasal 114 ayat 1 . “Pelaku dan BB   sudah di amankan di Mapolres. Guna  dilakukan penyidikan. Kami pun masih akan mengembangkan kasus ini ,” terangnya.

Sementara dari pengakuan  TSK kepada petugas saat ditanya petugas di  Mapolres Prabumulih  mengakui 23 paket sabu  merupakan sisa barang yang sudah  terjual. Sedangkan  setengah kantong sabu yang ditangannya  titipkan seorang kenalannya.“Iyo itu sisonyo lagi pak, tapi barang itu bukan punyo aku,” sebutnya.

TSK  menuturkan, sudah hampir sekitar satu tahun terakhir dirinya terlibat dalam menjalani bisnis haram tersebut. “Hampir setahun inilah pak,” tandasnya seraya mengatakan selain menjadi pengedar sabu sehari-hari dirinya juga menjadi pedagang di Pasar Inpres Prabumulih.

You might also like More from author

Leave A Reply