Disdikpora Harus Tanggap

PALEMBANG – Kondisi Sekolah Dasar (SD) 164 yang berlokasi di jalan Kadir TKR 36 ilir masih sangat memprihatinkan. Sejak berdiri tahun 1970 an, 10 ruangan kelas sudah tidak layak lagi digunakan. Kondisi ini mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Ir Sri Wahyuni. Bahkan politisi Partai Gerindra ini mendesak pihak terkait untuk segera menindaklanjuti masalah di dunia pendidikan tersebut. “Ini masalah serius jadi harus cepat ditindaklanjuti karena ruang sekolah yang tidak representatif dapat memengaruhi kualitas keamanan dan keselamatan siswa terlebih saat ini sedang musim hujan,” ujarnya, Rabu (17/2)

Sri meminta pihak sekolah segera menyampaikan keluhannya ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan DPRD Kota Palembang. “Nanti teman-teman komisi yang membidangi masalah pendidikan, akan membantu memperjuangkan pembangunan 10 ruang kelas yang memprihatinkan tersebut,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa saat ini terdapat 29 ruang belajar, namun hanya 27 ruang belajar yang dipakai. Sedangkan 10 ruang belajar lainnya masih sangat memprihatinkan. “10 ruangan kelas yang dikhawatirkan tersebut sudah lama tidak direnovasi yakni sejak 1970, apalagi bahan ruangan kelas tersebut berasal dari kayu, oleh sebab itu pihaknya mengurangi Penerimaan Siswa Baru (PSB).

“Sebelumnya di SDN 164 ini bisa menampung 1.156 siswa, berhubung ruang kelas tidak mewadai, jadi sekarang SDN 164 hanya bisa menampung 986 siswa, tidak ada siswa double shif atau siswa tidak ada masuk siang, untuk tenaga pengajar ada 37 tenaga pengajar yang terdiri dari 18 tenaga PNS dan tenaga Honor 19 orang ,” ungkap Kepala SDN 164 Payung Hasibuan beberapa waktu lalu.

“Untuk masalah ini kami telah meminta bantuan ke Disdikpora Kota Palembang dan mereka sudah mengalokasikan dana untuk perbaikan sekolah. Tetapi yang mereka perbaiki bukan ruang belajar yang rusak melainkan ruang belajar yang masih layak pakai,” jelasnya Kedepannya, kita berharap 10 kelas di SDN 164 bisa diperbaiki atau dibangun baru, agar para guru dan orang tua tidak perlu cemas atau takut lagi melihat siswa belajar dikelasi,pada saat turun hujan kami merasa was – was karena takutnya bangunan sekolah yang sudah rapuh dan tidak memungkinkan lagi ini takunya roboh,”pungkasnya.(hasan basri)

 

.

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply