DPRD OI Bahas Pembatalan 15 Perda

INDRALAYA, Sumsel Post – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir (OI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI menggelar Rapat Paripurna guna membahas pembatalan 15 Peraturan Daerah (Perda) yang telah mendapatkan evaluasi dari Gubernur Sumsel dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait, di Gedung DPRD OI, kemarin.

Rapat paripurna tingkat kesatu dalam penyampaian nota pengantar oleh Badan pembentukan Perda DPRD OI dipimpin langsung oleh Ketua DPRD OI H Endang PU Ishak dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) OI H Herman SH, anggota dewan OI, Sekretaris DPRD OI Mukhsinah dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Juru bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD OI Amir Hamzah SH membacakan nota pengantar pembatalan 15 perda OI menjelaskan bahwa sesuai Undang-Undang No 23 tentang Peraturan Daerah disebutkan bentuk pengawasannya dilakukan oleh pemerintah daerah dan pusat.

“Gubernur diberikan wewenang evaluasi untuk mengesahkan dan membatalkan Perda yang dinilai bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, apabila gubenur tidak membatalkan Perda itu maka Pemerintah pusat melalui menteri terkait bisa membatalkannya, sedangkan DPRD akan membahasnya untuk dicabut atau dirubah sesuai ketentuan yang berlaku,”katanya.

Adapun 15 Perda OI yang dibatalkan tersebut diantaranya, Perda Perubahan OI No 20 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha, Perda Perizinan Usaha Minyak Gas Bumi, Perda Perizinan Pengelolaan Pertambangan Galian C, Perda Pemungutan Uang Retribusi Tahun 2005, Perda Perizinan Trayek Angkutan Darat, Perda Retribusi Izin Mendirikan Bangunan, Perda Izin Gangguan, Perda Izin Usaha Peternakan, Perda Biaya Perangko Atas Pembuatan Kartu Keluarga Akta Catatan Sipil, Perda Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Air Permukaan dan Bawah Tanah, Perda No 5 Tahun 2012 tentang Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dan Perda Perizinan Retribusi serta Perubahan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan.(adv/Harry)

 

You might also like More from author

Leave A Reply