Dua Siswa SLB Ikuti UN

PALEMBANG, Sumselpostonline.com – Dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau Ujian Utama tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2017 memasuki hari terakhir, Rabu (17/5) ada yang menarik. Seperti di SLB-A PRPCN Palembang, hanya 2 peserta yang mengikuti ujian, tidak hanya itu dalam pantauwan kami, meski pelajaran yang diujikan sama dengan siswa pada umumnya, namun tidak mematahkan semangat dari para peserta ujian siswa disabilitas.

Saat ditemui di ruang kerja, Kepala SLB-A PRPCN Palembang Suwardi, S.Pd mengatakan dalam pagelaran ujian utama di SLB ini sepertinya tidak ada hambatan, semuanya berjalan lancar, baik dari soal siswa hingga peserta ujian dari SLB-A PRPCN semuanya hadir. “Untuk mata pelajaran ujian terakhir mengenai mata pelajaran IPA, dimana ada 40 soal yang di jawab dengan huruf brailer. Khusus pengawas ujian di SLB sendiri ada dari SLB Pun,” katanya.

Lanjutnya, jadwal ujian sendiri dimulai pukul 08:00 WaiB sampai 10:00 WIB. “Kita mendata jumlah peserta ujian utama tingkat SD tahun ini, bertambah 1 orang, kalau ditanya tingkat kesulitan persisnya kita tidak mengetahui. Tapi kita menilai, bahwa dalam penulisan soal ujian khusus SLB diharuskan sesimpel mungkin atau jangan terlalu rumit, sebab mereka ini hanya menggunakan huruf brailer, karena di sekolah umum pembelajarannya disertai pemikiran analisis, karena perkembangan dan pertumbuhan indranya normal secara sistematis belajarnya harus berbeda,” Jelasnya.

Khusus di SLB, pihaknya akan tetap memenuhi kaidah-kaidah supaya tercapai tujuan yang diharapkan. “Kita Kedepan akan lebih meningkatkan pelayanan siswa disabilitas. Untuk pengumumannya akan diumumkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) yang jelas kita sama seperti sekolah pada umumnya, sekitar Bulan Juni mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta ujian utama SLBSD-A PRPCN Wahyuni atau Irama Lestari mengatakan ujian terakhirnya mengenai pelajaran IPA, tapi dirinya lebih menyukai mata pelajaran matematika dibandingkan yang lainnya, sebab lebih mengasikan dalam berhitung. “Saat ini saya menggunakan huruf braille dalam ujian, karena matanya sudah sejak kecil tidak bisa melihat jelas. Ya, gimana lagi mungkin ini sudah takdirnya, tapi saya sendiri tetap optimis bisa melanjutkan kejenjang lebih tinggi lagi dalam pendidikan,” pungkasnya (hasan basri).

You might also like More from author

Leave A Reply