Fitri akan Lengkapi Sarana Belajar Lapas Anak Pakjo

PALEMBANG, Sumselpostonline.com – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, berjanji akan melengkapi sarana dan prasarana proses belajar dan mengajar bagi anak binaan khusus anak (LPKA) Pakjo Palembang.

“Saya sudah lihat sendiri apa yang dibutuhkan disini, secepatnya akan saya realisasikan pemberian bantuan seperti alat karaoke, meja dan kursi untuk belajar, beberapa unit komputer, buku dan alat tulis serta buku bacaan dan buku pelajaran untuk menambah koleksi perpustakaan LPKA Klas I Pakjo ini,”  kata Fitri, sapaan akrab Wawako, Rabu (12/4/2017) saat berkunjung ke LPKA Pakjo.

Tidak hanya memberikan bantuan, orang nomor dua di Kota Palembang ini, akan membuat jadwal khusus mengunjungi anak binaan tersebut.

Pantauan, Fitri tidak segan-segan bercengrama dengan anak binaan tersebut, bahkan bacaan puisi yang dibacakan langsung anak binaan, Fitri tak mampu membendung kesedihannya.

“Mereka ini juga anak kita, jadi harus kita support agar nanti sekeluarnya dari sini mereka bisa menjadi lebih baik lagi,” ucapnya sembari mengusap air mata setelah mendengarkan lagu dan puisi yang didendangkan oleh andikpas.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sudirman D Hury menuturkan, pihaknya berharap agar anak-anak disini tidak dibeda-bedakan dari anak yang ada di luar. Seharusnya, lanjutnya, yang dilihat itu bagaimana untuk mengembangkan potensi mereka yang terkadang terkendala anggaran.

“Sarananya harus dilengkapi agar mereka tidak stres. Tentu bahagia 10 hari disini akan lebih bahagia satu hari di luar,” imbuhnya.

Hal senada diutarakan oleh Kepala LPKA Klas I Pakjo Palembang Endang Lintang Hardiman, sarana dan prasarana memang masih banyak yang kurang, salah satunya ruang belajar yang masih panas, meja kursi yang sudah kurang layak dan koleksi buku pembelajaran untuk mereka.

“Saat ini ada sembilan kelas, dimana daei jenjang SD-SMA ada tiga kelas plus satu laboratorium komputer. Dengan total 164 andikpas, kita sudah MoU dengan SDN 25, SMPN 22 dan SMAN 11 Palembang untuk tenaga pengajarnya dimana guru yang datang kesini untuk memberikan pelajaran yang sama dengan di sekolah induknya. Tentu saja ijazahnya pun statusnya sama dengan sekolah induk,” tukasnya.(hasan basri/penas)

You might also like More from author

Leave A Reply