FORKI Sumsel Songsong Piala Mendagri 2017

PALEMBANG, sumselpostonline.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sumsel kembali persiapan diri dalam even tingkat nasional. Kali ini, menyongsong Piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) 2017 di Lampung 22-26 Maret mendatang.

Menurut Ketua Harian Forki Sumsel, Hoesni Yoesof, sebanyak 24 Karateka bakal disiapkan Forki Sumsel di single event tahunan ini.

“Mereka juga pernah turun di Piala Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (Kejurda) yang dihelat Desember lalu,” ujarnya.

Ia berkata, sebelumnya kontingen Sumsel hanya mampu meraih satu medali perak diajang ini. Namun, pihaknya tidak ingin membebankan atlet dengan target tinggi.

“Kami yakin bisa raih medali lebih dari event tahun lalu, mesti tidak bebankan atlet,” kata pria berkacamata ini.

 

Dipaparkannya, banyak pesaing dari Pemprov lain seperti Ibukota, Jabar dan Jateng. Akan tetapi, pihaknya tidak gentar meski banyak persaing di setiap nomor seperti kata perorangan putra (putri) dan kata beregu.

“Tapi kami tidak ada target khusus. Ini hanya untuk kompetisi,” ujarnya.

Mengenai tidak ada target di Piala Mendagri, pihaknya hanya ingin membuat atlet bermain lepas tanpa beban. Jika dibebankan, maka potensi raih medali bisa hilang.

Turut serta di Piala Mendagri sebanyak 34 Pengprov FORKI dengan 25 Perguruan Karate se-Indonesia juga berpatisipasi,” paparnya.

Katanya, jumlah kontingen yang bakal ikut serta juga tidak terbatas. “Kita lihat dulu. Sebab, jumlah kontingen nanti tidak ada kuota. Kuota perguruan ditetapkan PB masing-masing. Silahkan karateka yang ingin ikut, berkoordinasi dengan perguruan masing-masing,” katanya.

 

Sementara Dr H Rahidin H Anang, Ir MS selaku salah satu Pembina di Cabor FORKI Kota Palembang mengaku bersyukur terhadap peningkatan capaian medali tersebut, sebelumnya pada Kejurnas tahun lalu hanya merebut tiga perunggu.

 

“Kita akui memang sangat berbeda dibandingkan daerah lain. Yang penting perlu persiapan mental dan teknik yang lebih kuat. Karena kalau teknik bagus, tidak akan bisa kalau tidak dibarengi dengan mental yang baik,”  kata Rahidin disela-sela penyerahan bantuan untuk atlet karate di SMPN 21 Palembang, Minggu (12/3).

 

Menurut  H Rahidin, meskipun persiapan cukup mepet yang cuma beberapa pekan serta training camp (TC) selama tiga hari. Namun, ke depannya masih ada waktu.

“Ke depan akan kita siapkan karateka kita dengan lebih baik. Tim kita harus banyak-banyak keluar ke kejuaraan level nasional ,agar kita dapat mengasah mental karateka kita,” kata CEO Media Sumsel Perkasa (MSP) Group ini.

 

Di tempat yang sama Meldy Adreansyah Pelatih INKAI menyebutkan, Kontingen Federasi Olahraga Karatedo Indonesia Kota Palembang adalah salah satu organisasi aliansi cabang olahraga beladiri karate yang pada Desember 2016 lalu sukses merebut juara diberbagai ajang turnamen karate. (Adv/ Adi)

 – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sumsel kembali persiapan diri dalam even tingkat nasional. Kali ini, menyongsong Piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) 2017 di Lampung 22-26 Maret mendatang.

Menurut Ketua Harian Forki Sumsel, Hoesni Yoesof, sebanyak 24 Karateka bakal disiapkan Forki Sumsel di single event tahunan ini.

“Mereka juga pernah turun di Piala Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (Kejurda) yang dihelat Desember lalu,” ujarnya.

Ia berkata, sebelumnya kontingen Sumsel hanya mampu meraih satu medali perak diajang ini. Namun, pihaknya tidak ingin membebankan atlet dengan target tinggi.

“Kami yakin bisa raih medali lebih dari event tahun lalu, mesti tidak bebankan atlet,” kata pria berkacamata ini.

 

Dipaparkannya, banyak pesaing dari Pemprov lain seperti Ibukota, Jabar dan Jateng. Akan tetapi, pihaknya tidak gentar meski banyak persaing di setiap nomor seperti kata perorangan putra (putri) dan kata beregu.

“Tapi kami tidak ada target khusus. Ini hanya untuk kompetisi,” ujarnya.

 

Mengenai tidak ada target di Piala Mendagri, pihaknya hanya ingin membuat atlet bermain lepas tanpa beban. Jika dibebankan, maka potensi raih medali bisa hilang.

Turut serta di Piala Mendagri sebanyak 34 Pengprov FORKI dengan 25 Perguruan Karate se-Indonesia juga berpatisipasi,” paparnya.

Katanya, jumlah kontingen yang bakal ikut serta juga tidak terbatas. “Kita lihat dulu. Sebab, jumlah kontingen nanti tidak ada kuota. Kuota perguruan ditetapkan PB masing-masing. Silahkan karateka yang ingin ikut, berkoordinasi dengan perguruan masing-masing,” katanya.

Sementara Dr H Rahidin H Anang, Ir MS selaku salah satu Pembina di Cabor FORKI Kota Palembang mengaku bersyukur terhadap peningkatan capaian medali tersebut, sebelumnya pada Kejurnas tahun lalu hanya merebut tiga perunggu.

 

“Kita akui memang sangat berbeda dibandingkan daerah lain. Yang penting perlu persiapan mental dan teknik yang lebih kuat. Karena kalau teknik bagus, tidak akan bisa kalau tidak dibarengi dengan mental yang baik,”  kata Rahidin disela-sela penyerahan bantuan untuk atlet karate di SMPN 21 Palembang, Minggu (12/3).

Menurut  H Rahidin, meskipun persiapan cukup mepet yang cuma beberapa pekan serta training camp (TC) selama tiga hari. Namun, ke depannya masih ada waktu.

“Ke depan akan kita siapkan karateka kita dengan lebih baik. Tim kita harus banyak-banyak keluar ke kejuaraan level nasional ,agar kita dapat mengasah mental karateka kita,” kata CEO Media Sumsel Perkasa (MSP) Group ini.

Di tempat yang sama Meldy Adreansyah Pelatih INKAI menyebutkan, Kontingen Federasi Olahraga Karatedo Indonesia Kota Palembang adalah salah satu organisasi aliansi cabang olahraga beladiri karate yang pada Desember 2016 lalu sukses merebut juara diberbagai ajang turnamen karate. (Adv/ Adi)

You might also like More from author

Leave A Reply