GANN Sumsel Pertanyakan, Pemilik 4,2 Kg Sabu Hanya Divonis 8 Bulan Penjara

Albizia Rahidin Anang : Vonis hakim tersebut menciderai semangat pemberantasan narkotika di Sumsel

 

PALEMBANG, SumselpostOnline.com –

Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Sumatera Selatan mempertanyakan vonis ringan terhadap terdakwa Tanwir Kamal (31) yang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 4,2 kilogram. Mereka menilai vonis ringan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang tersebut akan berdampak pada peredaran narkotika di Bumi Sriwijaya.

“Ya kita prihatin kalau ada kurir sabu sebanyak itu hanya divonis 8 bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Paluko Hutagalung pada Selasa (20/2) pekan lalu di PN Palembang itu. Tentu ini tak etis, dan tak akan membuat jera kurir dan bandar narkoba di Sumsel,” kata Ketua GANN Sumsel, Albizia Rahidin Anang, Selasa (27/2/2018) lalu.

Apalagi, kata Albi, dalam waktu dekat Kota Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah Asian Games. Tentu ini akan dimanfaatkan oleh bandar dan kurir sebagai pasar peredaran narkotika, jika tidak ada sanksi tegas.

“Jaksa kan menuntut agar terdakwa dihukum 20 tahun, tapi kenapa majelis hakim memutus hanya 8 bulan? Dan itu sangat jauh dari tuntutan. Tentu ini nanti akan kita koordinasikan dulu dengan PN dan pihak-pihak terkait, kenapa vonis sangat ringan,” sambungnya.

Sebagai ketua organisasi anti narkotika di Sumsel, Albi memastikan pihaknya akan melakukan koordinasi atas putusan tersebut. Termasuk dalam mempertimbangkan upaya hukum, mengingat sabu 4,2 kg bukanlah jumlah yang sedikit.

Sebelumnya, juru bicara PN Palembang, Saiman menyebut alasan vonis ringan terhadap warga Sawah Besar, Jakarta Pusat ini sudah sangat adil. Hal ini berdasarkan bukti-bukti dan saksi yang dihadirkan selama persidangan.

“Kalau putusan itu tentu hakim ada pertimbangan bahwa si terdakwa itu bukan kurir. Barang (sabu 4,2 Kg) yang dijanjikan juga bukan penguasaan dia, dian ingin melapor tapi sudah ditangkap,” kata Saiman.

Oleh sebab itu, hakim menjatuhkan vonis 8 bulan kurungan, karena terdakwa telah melanggar Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa dianggap mengetahui tetapi tidak melaporkan pada polisi saat ditangkap oleh Mabes Polri pada Juli 2017 lalu. (**)

 

You might also like More from author

Leave A Reply