Golkar Tunggu Revisi UU MD3 Kirimkan Pengganti Novanto

JAKARTA, Sumselpost_ Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali menegaskan jika pergantian Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto baru akan dilakukan setelah selesai revisi Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).

“Tentu akan dirapatkan oleh rapat pelno Golkar. Tapi, wacana yang berkembang kecenderungannya Golkar setuju setelah revisi UU MD3. Dari pada bolak-balik, sehingga lebih baik tunggu hasil revisi,” tegas politisi Golkar itu pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (8/1/2018).

Karena itu kata Amali, DPP Partai Golkar belum secara resmi mengirimkan nama pengganti Novanto ke pimpinan DPR RI. “Revisi UU MD3 tinggal menyelesaikan satu pasal mengenai penambahan kursi Wakil Ketua DPR dari PDI Perjuangan, tapi masih tertunda pembahasannya,” ujarnya.

Dengan demikian penyelesaiannya bisa cepat karena yang dibahas hanya pergantian Ketua DPR dengan menggunakan sistem paket. “Kalau itu selesai tentu bisa satu paket sekalian yaitu Ketua DPR dan penambahan Wakil Ketua DPR,” tambah Amali.

Sejauh itu Amali enggan mengomentari keinginan FPKB yang ingin mendapatkan kursi Wakil Ketua DPR, karena kesepakatan awal revisi UU MD3 adalah hanya terkait penambahan kursi Pimpinan DPR dari unsur PDIP.

Oleh sebab dia berharap semua pihak untuk kembali pada kesepakatan awal revisi UU MD3 yang disepakati beberapa waktu lalu, sehingga penyelesaiannya tidak berlarut-larut.

“Kami melihat usulannya hanya itu pada saat kita sepakat ada revisi UU MD3 beberapa waktu lalu, hanya untuk penambahan dari unsur pimpinan dari PDIP. Soal kemudian ada hal lain, saya tidak tahu belum mendapatkan info,” pungkasnya.

You might also like More from author

Leave A Reply