Hari Ini Ahok Jalani Pemeriksaan

JAKARTA – Pemerintah dan aparat diberikan waktu tiga pekan untuk menuntaskan kasus dugaan penistaan Alquran yang diduga dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bila dalam tenggat waktu tersebut tidak ada perkembangan, umat Islam akan melakukan demo lebih besar lagi.

Gerakan umat Islam part III nanti dipastikan lebih besar dibanding aksi 4 November.”Kalau pemerintah dan aparat tidak bisa memproses cepat, biarkan umat yang memprosesnya. Penistaan Alquran sudah jelas hukumannya, jadi jangan sampai ada upaya meloloskan Ahok,” imbuh Imam Besar FPI Habib Rizieq.

Baik UBN maupun Rizieq‎ berharap, kasus penistaan Alquran lebih cepat diproses. Ini agar tidak menimbulkan kemarahan umat lagi. “Mudah-mudahan dengan aksi 4 November, bisa membuat pemerintah dan aparat menseriusi kasus ini. Ingat, umat Islam di seluruh Indonesia memantau hal ini dan jangan buat umat marah lagi,” ucap Rizieq

Sementara, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, menyebutkan jika Basuki Tjahaja Purnama akan diperiksa dalam kasus dugaan penistaan agama, Senin (6/11). Namun Ahok baru akan diperiksa sebagai saksi.

“Ahok akan diperiksa besok (hari ini) di Mabes Polri sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan surat panggilan yang sudah dikirimkan pada Kamis lalu bahwa Ahok akan diperiksa. Kalau tidak ada halangan, maka besok akan diperiksa sekitar jam 10.00 WIB,” ujarnya.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi berkas sebelumnya yang sudah diperiksa penyidik. Bila ternyata besok berhalangan, maka katanya Ahok akan diperiksa pada hari Selasa (8/11).

Pemeriksan besok merupakan pemeriksaan lanjutan yang sudah dilakukan terhadap Ahok beberapa waktu lalu. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan status hukum terhadap Ahok dan sudah sesuai dengan arahan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Pada saat yang sama juga akan diperiksa juga saksi ahli yakni ahli hukum pidana DR Muzakir dari UI Yogyakarta. Sementara Ustad Ma’ruf Amin juga diperiksa sebagai saksi ahli agama dari MUI. Sementara untuk saksi dari ahli bahasa, penyidik akan memeriksa keterangan dari Lembaga Bahasa Indonesia.

Rencananya, apabila seluruh keterangan saksi dan bukti sudah dikumpulkan, maka penyidik akan melakukan gelar perkara secara terbuka. “Untuk kasus ini ada pengecualian. Semuanya transparan tidak tidak ada yang ditutupi. Publik harus tahu seluruh proses pengumpulan bukti hingga mekanisme gelar perkara,” Bebernya.

Dalam proses penyelesaian kasus ini, semua pihak terlibat. DPR RI dari Komisi III juga terlibat sebagai pengawas, pihak kejaksaan juga terlibat dan semua unsur lainnya.

Boy juga memastikan, jika kasus ini akan diselesaikan tepat waktu. “Minimal akhir November sudah dilakukan gelar perkara atau minggu ketiga bulan Nobember ini. Tiga Minggu dari sekarang diharapkan sudah gelar perkara,” tutup jenderal bintang dua itu. (munif)

 

You might also like More from author

Leave A Reply