Hindari Pajak Progresif, Blokir Kendaraan Yang Sudah Dijual.

Sumselpostonline.com – Palembang – Sejak tahun 2012 yang lalu telah diberlakukan pajak progresif di wilayah Provinsi Sumsel tetapi banyak masyarakat yang belum mengetahui sehingga pada saat mengurus pajak kendaraan bermotornya sangat kaget dengan jumlah pajak yang harus dibayarkanya, padahal dia hanya memiliki 1 kendaraan.

Dengan di kenakannya pajak progresif yang mengakibatkan ada cost tambahan wajib pajak pemilik kendaraan, untuk menghindari pajak progresif tentunya wajib pajak segera melakukan hal bijak dengan memblokir kendaraannya kekantor samsat yang mana kendaraan tersebut masih terdaftar,”Memblokir pajak kendaraan lama atas nama pribadi yang sudah dijual. Dan pemblokiran kendaraan tersebut gratis di seluruh UPTB /Samsat se Sumsel,” Ujar H.Marwan Fansuri.S.Sos.MM selaku kepala Bapenda Provinsi Sumsel.

Senada pula dikatakan Herryandi Sinulingga,AP Kepala UPTB Palembang II, Banyak sekali wajib pajak yang datang ke kantor layananya mengeluh dan kaget, karena pajak mobil atau motornya mahal, Padahal dia hanya punya satu kendaraan di rumah.

Setelah di usut ternyata kendaraan lama yang dimilikinya sudah di jual tetapi kendaraan tersebut masih terdaftar atas namanya dan masih aktif,” Atas kejadian dan keluhan ini saya merasa terpanggil untuk menjelaskan dan mensosialisaikan kembali bagaimana cara memblokir kendaraan tersebut,”Ungkapnya.

Lanjutnya Cara memblokir kendaraan agar terhindar dari pajak progresif misalnya dengan melapor kendaraannya supaya tercatat di UPTB/Samsat Palembang II, Maka datangilah Samsat UPTB Palembang II dan Hubungi Petugas yang melayani pemblokiran kendaraan kemudian mengisi formulir pencabutan atau pemblokiran yang sudah tersedia di sana.

“Untuk membuat laporan penjualan kendaraan bermotor kendaraan bermotor alias BLOKIR tidak dikenakan biaya gratis,”Jelasnya.

Adapun tata cara pemblokiran kendaraan di kantor UPTB Palembang II Sbb :
1. Wajib Pajak Datang Kekantor UPTB PLG II
2.Datang Ke Bagian Informasi /bagian pemblokiran kenderaan
3.Wajib pajak Mengisi Form Pernyataan Pemblokiran yang sudah tersedia ditanda tangani dan (bermatrei 6000)
4.Wajib Pajak mengisi Buku Pernyataan Pemblokiran dan (bermatrei 6000)
5.Petugas Layanan Kami Akan memproses sesuai SOP layanan kami
6.Proses Blokir selesai dan Petugas akan mengeluarkan Bukti BLOKIR sebagai jaminan wajib pajak bahwa Kenderaan yang telah dijualnya telah di blokir dalam sistem Kami. Dan tentunya anda sudah terhindar pajak progresif.

Sambung Lingga dengan cara ini anda akan memaksa pembeli kendaraan lama Anda mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), sehingga tertib administrasi kesamsatan terwujud dan Pajak BBNKB akan Masuk ke kas Daerah Provinsi Sumsel dan tidak adalagi ditemukannya mengurus pajak kendaraan dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Yang tentunya merugikan pemasukan pemerintah dari sektor pajak kenderaan bermotor Khususnya Pajak BBNKB
Untuk persyaratan yang mesti dibawa saat mau blokir Kenderaan Yang telah dijual

Berikut cara dan syarat melaporkan kendaraan bermotor yang sudah dijual adalah sebagai berikut :

1. Foto copy KTP sesuai Nama pada STNK
2. Foto copy Kartu Keluarga.
3. Data kendaraan yang sudah di jual (copy STNK).
4. Salinan pajak kenderan (SKPD)
6. Surat Kuasa dari Pemberi Kuasa (bermaterai Rp. 6000) dan foto copy KTP penerima kuasa.
7. Surat Keterangan RT/RW jika ada nama yang sama di RT/RW tempat domisilinya.

Ayo blokir kenderaan yang sudah anda jual untuk tertib administasi kenderaan bermotor juga menghindari anda terkena pajak progresif dan pemasukan Pajak BBNKB untuk prov sumsel ujar Lingga,(Nata)

You might also like More from author

Leave A Reply