Kapolda Sumsel : Polri -TNI Tidak Takut Teroris

PALEMBANG- TNI  – Polri tidak takut teroris, hal ini ditegaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat menggelar kegiatan dengan tema mewujudkan sinegritas menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan UUD 1945, Jumat (7/7).

.” Disini saya tegaskan, kalau TNI dan Polri tidak takut teroris, kalau ada orang-orang yang mencoba mengganggu, kita sikat habis, dia atau kami. sekali lagi saya tegaskan, kami tidak takut teroris,”pungkasnya.

Hal senada dikatakan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto, dirinya mengatakan keutuhan NKRI menjadi prioritas utama TNI dan Polri.””Kita disini guna membangun silahtuhrami , sinegritas dan solidiritas guna menjaga kedaulatan RI, maka dari itu hadapi ancaman tersebut dan mempertahankan serta menjaga NKRI untuk wilayah kondusif adalah prioritas utama,” ujarnya.

Sebelum melakukan latihan bersama terlebih dahulu apel bersama yang dipimpin langsung Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI A M Putranto yang menyebutkan bahwa dilakukan apel bersama ini kedepannya membangun silahtuhrami, dan juga menghadapi radikalisme dan terorisme akhir-akhir ini terjadi di gereja-gereja ataupun di tempat ibadah lainnya.

Selain itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi mengungkapkan disela-sela  melakukan latihan bersama dengan aparata TNI serta instansi terkait, dimana saat ini makin maraknya adanya dugaan ancaman yang dilakukan oleh oleh terorisme dengan sasaran utamanya itu polri dan TNI.

Selain itu, Agung pun menyebutkan dimana seluruh aparat pengamanan baik itu Polri maupun TNI sudah siap mental pisik dengan adanya latihan bersama serta simulasi-simulasi yang dilakukan sebelumnya guna menghadapi ancaman terorisme.”Untuk mental kita sudah siap,” tandasnya.

Bahkan, ketika ditanya tentang adanya dugaan yang dilakukan masyarakat terutama bengkel untuk pembuatan senjata api ataupun, nantinya kita akan lakukan razia rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Jika tertangkap tangan ketika dilakukan operasi maka akan dikenakan pasal undang-undang darutan ancaman itu hingga 12 tahun,” ungkapnya usai apel bela diri bersama.

Setelah latihan bela diri bersama serta dilanjutkan dengan demo peragaan beladiri serta penanaman pohon kayu putih dan temebesu secara bersama oleh Kapolda Sumsel, Pangdam II Sriwijaya, Kepala BNNP Sumsel,  Kepala BIN, Wakapolda Sumsel, Danlanud Palembang dan Danlanal Palembang. (Mella)

You might also like More from author

Leave A Reply