Ketua Pergunu Pertanyakan Gaji Guru Honorer Yang Terkandek

PALEMBANG, Sumselpostonline.com – Setelah peralihan wewenang dari kabupaten/kota ke provinisi, Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan kenapa gaji guru honorer tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumsel
terkandek. Ketua Pergunu Sumsel, Ahmad Zainuri, mengatakan, keterlambatan gaji guru honorer SM
dan SMK di Sumsel mulai januari lalu tidaklah wajar dan sangat disayangkannya.
Menurutnya, ribuan guru yang mengantungkan kehidupan sehari-hari akan kebingungan
harus makan dan memenuhi biaya hidup pakai uang dari mana. “Bagaimanapun, gaji ribuan
guru honorer tersebut tetap harus dibayarkan, dan dirapelkan karena mereka membutuhkan
uang gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ungkapnya, kemarin
Disesalkan Zainuri, gaji guru honorer yang terbilang kecil dan berkisar antara Rp 500.000 per
bulan tersebut dan harus melakukan pekerjaan dan memiliki keawajiban yang sama bahkan
lebih berat dari guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus rela hak gajinya ditunda
selama lima bulan sejak Januari lalu. “Kita ingin pihak terkait untuk mencarikan formula
perncairan gaji secepatnya. Kasihan dengan ribuan guru honorer ini, bagaimana mereka mau
makan,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pada dasarnya secara prosedural biaya penggajian guru sudah diusulakn
dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) setahun sebelumnya. Dengan demikian,
seharusnya sudah ada jalan keluar dari permsalahan yang membuat nasib dan hak guru
honorer tertunda hingga saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Drs. Widodo, M.Pd mengatakan,
hingga saat ini pihaknya masih mencari formula pencairan gaji guru honorer SMA dan SMK
yang tertunda sejak lima bulan lalu. “Kendalanya jumlah guru honorer itu bertambah terus
jadi kita harus melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk mengatahui kebenarannya,”
ungkanya.
Selain itu, tambah Widodo, untuk gaji guru PNS saat ini masalah gajinya sudah terselesaikan.
namun, diakuinya, untuk gaji guru honorer masih tertunda karen berbagai kendala yang
ditemukan. “Kita masih mencari jalan keluarnya, Kita terus usahakan mencari jalan
keluarnya, bahkan kita ingin gaji guru honorer SMA dan SMK bisa dikeluarkan dalam bulan
Mei ini,” tegasnya (hasan basri

You might also like More from author

Leave A Reply