Lulusan Homeschooling Juga Berijazah

PALEMBANG – Homeschooling merupakan model pendidikan alternatif selain sekolah yang diselenggarakan oleh keluarga, yang memungkinkan anak berkembang sesuai dengan potensi diri mereka masing-masing.
Kepala Bidang SMP/ SMA dan SMK Disdikpora kota Palembang Drs. H. Lukman Haris, M.Si mengatakan, dasar penyelenggaraan homeschooling di antaranya adalah UU No. 20 Th. 2003 tentang Sisdiknas, terutama pasal 27 yang menyatakan Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
“Tak hanya itu hasil pendidikan dari homeschooling ini diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan,”jelasnya, saat dibincangi Sumsel Post di ruang kerjanya, Senin (12/10)

Dikatakannya, saat ini jumlah Homeschooling di Palembang belum di ketahui secara pasti karena belum ada pendataan dan penyelenggara, Homeschooling juga belum semuanya melapor. Akan tetapi sekali lagi karena Homeschooling ini merupakan pendidikan informal jadi peran dan intervensi pemerintah cukup terbatas, tidak ada persyaratan khusus untuk menyelenggarakan homeschooling boleh di rumah atau ditempat lain karena homeschooling merupakan pendidikan informal yang berbasis rumah tangga / keluarga.

Dia menegaskan, walaupun belakangan ini homeschooling telah dikembangkan menjadi seperti sekolah formal meski belum ada payung hukum untuk itu. meski dikemas bagaimanapun juga status homeschooling tetap saja pendidika informal yang berbasis belajar privat.

Menurut Lukman, meskipun pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan pendidikan informal, namun hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal (sekolah umum) dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan (pasal 27 ayat 2).

“Kegiatan homeschooling perlu dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat agar peserta homeschooling mendapat ijazah resmi dari pemerintah. Untuk ijazah SD adalah Paket A, SMP Paket B, dan SMA Paket C. Sistem ujiannya adalah melalui ujian nasional kesetaraan,’terangnya.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan, Metode pembelajaran tematik dan konseptual serta aplikatif menjadi beberapa poin keunggulan homeschooling. Menurutnya, Homeschooling memberi banyak keleluasaan bagi anak didik untuk menikmati proses belajar tanpa harus merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum.

“Setiap siswa homeschooling diberi kesempatan untuk terjun langsung mempelajari materi yang disediakan, jadi tidak melulu membahas teori. Mereka juga diajak mengevaluasi secara langsung tentang materi yang sedang di bahas. Bahkan bagi siswa yang memiliki ketertarikan di bidang tertentu, misalnya Fisika atau Ilmu alam, diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengadakan observasi dan penelitian sesuai ketertarikan mereka, Evaluasi bagi anak yang mengikuti homeschooling dapat dilakukan dengan mengikutkan pada ujian Paket A yang setara dengan SD atau Paket B setara SMP, dan paket C setara dengan SMA,”pungkasnya. (hasan basri)

You might also like More from author

Leave A Reply