Peminat SNMPTN Menurun

PALEMBANG Sumselpostonline.com – Pada  tahun ini peminat masuk  Unsri  melalui  jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) mengalami penurunan hingga  40 persen jika disbanding tahun lalu. Penanggung jawab SNMPTN, Zulkifli Dahlan mengatakan, penurunan peminat SNMPTN dialami  setiap perguruan tinggi di Indonesia. Pasca berlakunya pembatasan kuota penerimaan jalur SNMPTN yang disesuaikan akreditasi sekolah. ” Jika tahun lalu sekolah dengan akreditasi A mempunyai kuota 75 persen mendaftar di jalur SNMPTN, namun tahun ini menjadi 50 persen. Ini berdampak kepada sekolah yang tidak bisa mendaftarkan siswanya,” ujarnya di gedung PPJK, kemarin.

Kendati demikian, Zulkifli mengatakan, pemberlakuan ini ditujukan agar proses penerimaan jalur SNMPTN memang didasarkan pada prestasi siswa. Baik itu bidang akademik, non akademik hingga prestasi sekolah yang bersangkutan. ” Alasan tidak semua, karena ini murni prestasi. Jadi tidak mungkin semua bisa mendaftar, selain itu ini memberikan kesempatan siswa untuk masuk lewat jalur SBMPTN,” paparnya.

Lebih jauh, berdasarkan total peminat yang memilih Unsri sebagai perguruan tinggi pertama 15.638, sedangkan pilihan Unsri sebagai perguruan tinggi kedua yakni 7.597. Pengumuman tahapan pertama SNMPTN akan dilakukan 26 April mendatang. ” Tahun 2016 total peminat mencapai 33 ribu, lalu di tahun 2015 peminatnya 44 ribu. Sedangkan di tahun 2017 hanya sekitar 23.235,” jelasnya.

Selain itu, Zulkifli pun mengingatkan, kepada seluruh peserta SNMPTN yang dinyatakan lolos tahap pertama dan masuk tahapan verifikasi untuk menyiapkan segala persiapan. Seperti kelengkapan nilai raport asli,pendapat orang tua dan form pendaftaran ulang online. ” Penting disini, nilai raport asli wajib dibawa peserta, jika itu hanya legalisir tidak akan diterima. Oleh karena itu, peserta yang diluar Palembang bila lolos ke verifikasi untuk mengingat syarat ini,” jelasnya.

Ditambahkan Zulkifli, ia pun berpesan bagi sekolah yang siswa mengundurkan diri alias tidak mengambil pilihan maka diminta untuk melaporkan. “Bagi yang nggak serius mendaftar akan kita check dan dlihat, bisa jadi akan ada sanksi yang diberikan kepada sekolahnya, Tidak adanya laporan akan menjadi pertimbangan panitia untuk memberikan sanksi kepada sekolah bersangkutan,” pungkasnya. (hasan basri).

You might also like More from author

Leave A Reply