Putra Sumsel Terima Gelar Datok

PALEMBANG

Putra asal Sumsel Rahidin H Anang menerima gelar ‘Datok Paduka Mahkota Palembang’. Selain itu istri staf ahli Menko Kemaritiman dan Sumber Daya RI Siti Hindun menerima gelar Datin yang diberikan Kesultanan Palembang Darusalam dan diprakarsai Malindo (organisasai berbasis di Malaysia).

Penasihat Malindo, Datok Dr Alex Ong mengatakan gelar ini diberikan kepada para tokoh yang dianggap berjasa dibidang politik,ekonomi,dan budaya khususnya yang berkaitan dengan hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia.

Khusus Indonesia sudah banyak tokoh yang diberikan gelar,mulai dari dato’ Sri Utama,dato’sri dan dato’ dan gelar ini sangat besar kaitannya dengan 15 negara dibawah naungan Malindo, seperti,China, Hongkong, Australia, Brunai Darussalam, Vietnam dan Singapore.”Gelar ini diberikan atas jasa para tokoh Indonesia dibidang politik,ekonomi dan pendidikan terhadap hubungan Malaysia-Indonesia,” kata Alex Ong,usai pemberian gelar diHotel Le Grendeur Sabtu,(19/12) lalu.

Sementara Sultan Palembang,Prabu Diradja atau Sultan Mahmud Badaruddin III mengatakan pemberian gelar ini semata-mata untuk mempererat kerja sama antar wilayah serumpun guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara. Agar jangan lagi ada kesalahpahaman budaya, ekonomi dan adat istiadat kedua negara. Apalagi kedua negara mau di adu domba. “Kita harus singkirkan kesalahpahaman soal adat istiadat,budaya serta soal ekonomi,mari kita bekerja sama. Menumbuhkan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat secara bersama,” katanya.

Rahidin H Anang yang juga staf ahli Menko Kemaritiman dan Sumber Daya RI mengatakan pemberian gelar ini  harus disyukuri. “Ini berarti kesultanan Palembang memiliki perhatian kesultanan. Gelar ini juga suatu kebanggaan bersama khususnya masyarakat Sumsel. ini harus dijaga silaturahmi dengan kerabat kesultanan harus selalu terjalin,” katanya.

Terlebih Malindo sudah mengakar hingga 15 Negara di dunia.”Ini kesempatan buat menjalin komunikasi serta menggali potensi berbagai sektor,” kata Rahidin menambahkan pemberian gelar ini juga harus menjadi momen penelusuran sejarah kesultanan Palembang sebab selama ini,ada 2 pihak yang mengklaim keturunan sultan. Ke depan harus semuanya harus jelas, baik baik di pemerintah atau masyarakat jangan sampai memiliki dualisme kesultanan,” tegas Rahidin.(hilmy)

You might also like More from author

Leave A Reply