SMK Negeri 3 Palembang Berikan Kuota 30% Untuk Anak Tidak Mampu

SumselPost -online.com, Palembang.Pihak sekolah meminta orang tua siswa melapor ke sekolah jika tergolong sebagai masyarakat tidak mampu hal ini mengingat maraknya kasus salah faham dan komunikasi antar pihak sekolah dan orang tua siswa baru tahun ajaran 2017-2018 mengenai uang sumbangan sukarela yang menimbulkan berbagai permasalahan mencuat serta menjadi perhatian semua kalangan.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Palembang, Dra. Hj. Hernawati, mengatakan, bagi siswa yang kurang mampu pihak sekolah memberikan kuota sebanyak 20-30%. Bagi orang tua siswa yang kurang mampu dihimbau untuk datang ke sekolah dan melapor ke pihak komite sekolah untuk diringankan bahkan digratiskan biaya sekolah anaknya. “Kalau kurang mampu, silahkan lapor ke sekolah atau dengan pihak komite sekolah agar dibebaskan dari biaya selama tiga tahun,” ungkapnya.
Dijelaskan Hernawati, pihak sekolah dan komite sendiri memberikan sosialiasi kepada orang tua mengabaikan program yang dimiliki Sekolah yang belum terwujud. Dari program tersebutlah orang tua yang mampu dipersilahkan untuk menyumbang dengan besaran yang tidak dipaksakan. “Bagi yang ingin menyumbang dan sudah disepakati bersama pihak komite sekolah dan orang tua siswa baru sebesar Rp 1.5 juta untuk uang awal sekolah . Dan Rp 1.7 juta untuk uang untuk kelengkapan sekolah,” terangnya.
Menurut Hernawati, dari uang awal sekolah sebesar Rp 1.5 juta tersebut hanya dibayarkan selama satu kali dalam jangka waktu tiga tahun yang dipergunakan untuk melengkapi sarana siswa, guru seperti bangku dan meja belajar. Sedangkan untuk uang sebesar Rp 1.7 juta kelengkapan siswa tersebut mencakup asuransi tiga tahun siswa, koperasi tiga tahun, anggota perpustakaan, foto terbaru untuk raport, seragam jas, seragam jurusan, baju muslim, olahraga, batik dann lain sebagainya. “Uang ini tidak diwajibkan untuk membayar. Khusus untuk uang awal sekolah senilai Rp 1.5 juta tersebut boleh dibayar lebih rendah ataupun tidak sama sekali. Sebab banyak juga siswa pada tahun lalu yang tidak membayar, dan tidak kita permasalahkan. Namun bagi orang tua yang mampu dipersilakan untuk membantu senilai Rp 1.5 juta ambahkan boleh lebih besar lagi,” terangnya.
Ditegaskan Hernawati, yang terpenting adalah orang tua siswa yang merasa kurang mampu menemui pihak sekolah atapun komite sekolah. Sebab sudah ada solusi yang disediakan bahkan telah disediakan sebanyak 30% kuota bagi siswa yang tidak mampu agar biaya sekolah digratiskan.
Sebelumnya, ada beberapa aksi protes yang dilayangkan oleh salah satu orang tua siswa yang baru saja lulus di SMK Negeri 3 Palembang berinisial BM yang mengaku keberatan dengan adanya uang awal sekolah sebesar Rp 1.5 juta dan uang kelengkapan sekolah sebesar Rp 1.7 juta rupiah. “Dari pihak sekolah kita ada uang awal sekolah dan uang kelengkapan yang mencapai lebih dari Rp 2.5 juta rupiah. Saya ini masyarakat miskin jadi tidak bisa membayarnya belum lagi untuk membeli kelengkapan sekolah anak lainnya seperti bukut tulis dan seragam sekolah,” keluhnya. (hasan basri)

You might also like More from author

Leave A Reply