Tekan Angka Pengangguran, BP3 Gelar Program Pemberdayaan Masyarakat

PALEMBANG, Sumselpost – Tahun ini, Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk siswa SMA/SMK/Madrasah Aliyah (MA) tingkat akhir atau alumni yang berusia 25 tahun kembali di buka oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Palembang . Tidak tanggung-tanggung, program pelatihan di bidang penerbangan ini diberikan kepada 2.750 orang, tanpa dipungut biaya.

 

Atas dasar itulah, BP3 Palembang menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) agar membantu ikut mensosialisasikan kepada siswa yang berminat meniti karir di bidang penerbangan. Dengan harapan, program tersebut bisa dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

 

Kerjasama ini disambut baik Kepala Disdik Sumsel Drs Widodo MPd. Dikatakannya dengan adanya program pelatihan bagi siswa tingkat akhir maupun baru lulus SMA dapat membantu mengurangi pengangguran bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi program ini dan akan melakukan sosialisasi kepada seluruh SMA di Sumsel,” kata dia.

 

Sementara itu, Kepala BP3 Palembang M Andra menjelaskan, tingkat pengangguran alumni SMA/SMK/MA masih sangat tinggi. Hal ini disebabkan, kompetensi yang dikantongi alumni kerapkali tidak sesuai dengan kebutuhan industri. “Kami coba memberikan kesempatan kepada siswa tingkat akhir untuk mengembangkan kompetensi di bidang penerbangan,” kata dia didampingi Kasi Penyelenggara Diklat, Yudha, kemarin.

 

Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya membuka 21 program keahlian di bidang penerbangan di antaranya Flight Attendant (Pramugari), Basic Rescue and Fire Fighter, Marshaller, Pemeriksaan Orang dan Barang, Teknisi dan Perakitan Perangkat Komputer, Teknisi Jaringan Komputer, Teknik Pendingin (AC), Teknisi Elektronika, Pelatihan Keterampilan Teknisi Arsitek, Pelatihan Quantity / Surveyor dan lainnya.

 

“Kami prioritaskan lulusan SMA/SMK/MA, berprestasi namun dari kalangan prasejahtera. Rencananya pendaftaran dimulai Februari ini, sementara proses belajar sampai akhir tahun nanti,” sebut dia.

 

 

Selama mengikuti Diklat, sambung Andra, seluruh peserta akan mengikuti pendidikan paling lama 6 bulan dengan sistem boarding school (asrama). Peserta harus mengikuti seluruh peraturan yang diberlakukan dalam asrama untuk mendidik jika tenaga kerja yang handal. “Hanya kami yang memiliki Balai Diklat berstatus negeri, kalau yang ada di luar itu biasanya berasal dari swasta,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, siswa yang memiliki kepribadian baik dan menguasai kompetensi di bidang
penerbangan akan dilakukan pendampingan dalam mendapatkan pekerjaan di Bandar Udara
dan maskapai. “Tahun lalu ada 147 peserta yang ikut dan sekitar 70% diterima bekerja di
SMB 2, Bandara di Batam dan beberapa maskapai di Indonesia,” pungkasnya

You might also like More from author

Leave A Reply