Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Di Sumsel

PALEMBANG, Sumselpost –
Komplotan terduga teroris yang bermarkas di Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim yang di pimpinan Solihin menargetkan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sebagai sasaran amaliyah mereka.
Solihin yang sebagai pemilik pengajian di markas teroris tersebut, mempersiapkan Jafar Saputra alias Fajar (15), warga Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim dan empat orang lainnya sebagai ‘pengantin’ amaliyah tersebut.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berujar, dalam penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Antiteror di kediaman Solihin, pada Minggu (10/12/2017) lalu, aparat tidak menemukan senjata api namun hanya ditemukan busur, panah tradisional, serta bahan peledak yang hendak digunakan untuk menyerang Mapolres OKU.
“Mereka menggunakan panah dan busur yang terbuat dari bambu. Namun mata panah mereka dilengkapi dengan bahan peledak,” ujar Kapolda. Rabu (13/12/2017) Sore.
Zulkarnain menjelaskan, Fajar diketahui hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 sekolah dasar (SD). Sehingga doktrin radikal yang ditanamkan di pengajian Solihin tersebut sangat berakar di otaknya. “Dia dijanjikan akan masuk surga dan bertemu dengan tujuh bidadari berparas cantik bila menjadi pengantin amaliyah tersebut,” tambahnya.
Selain menargetkan Mapolres OKU, Solihin juga merupakan pimpinan pondok pesantren yang diketahui berafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulay (JAD) tersebut pun menargetkan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, yang berada di Kota Depok, Jawa Barat. JAD diketahui telah berbaiat kepada kelompok teroris internasional ISIS.
Di pondok pesantren yang dipimpinnya pun, Solihin yang diketahui memang sudah menjadi buronan Densus 88 sejak beberapa tahun lalu, juga menyiapkan sarana latihan fisik dan latihan memanah bagi para jamaahnya untuk persiapan amaliyah. Solihin pun menggerakkan dan mempublikasikan kepada para pendukung Daullah di Indonesia untuk bergabung membuat komplek pemukiman atau camp khusus seperti yang dilakukannya di Muara Enim.
Selain Fajar, diketahui empat orang calon pengantin lainnya yang hendak melakukan amaliyah sebagai martir ke Mapolres OKU yakni Irfa`i, warga Desa Sakenang, Tanjung Jaya Kecamatan Buai Pemaca, Kabupaten OKI. Lalu Zakri alias Mang Zakri, warga Dusun Talang Suka Maju, Desa Tanjung Durian, Kabupaten OKU Selatan. Kemudian Abdul Majid alias Majid, warga Desa Suban Geriji, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim serta Slamet Widodo alias Slamet, warga SP 1 Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim.
“Saat ini delapan dari 12 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga diantaranya akan dikirim ke Mabes Polri untuk pemeriksaan intensif besok (hari ini_red). Dan untuk yang lainnya masih diperiksa di Mako Brimob Polda Sumsel,” jelas Kapolda. (Mella)

You might also like More from author

Leave A Reply